Bagian 2

MEMBALAS JASA

“Ada dua orang yang tidak terbalas jasa-jasanya.

Siapakah mereka?

Yakni ayah dan ibumu.

Barang siapa dapat membuat orang tuanya mengerti ajaran, maka ia telah membalas jasa orang tuanya.

 

PERGI KE SURGA

“Hendaknya orang berbicara benar,

tidak marah,

memberi walaupun sedikit kepada mereka yang butuh.

Dengan tiga cara ini,

orang dapat pergi ke surga.”

 

MENUJU SEJAHTERA

“Ada empat faktor menuju kesejahteraan, yaitu:

rajin dalam bekerja,

selalu waspada,

berteman dengan orang baik, dan

cara hidup yang sesuai dengan penghasilan.”

 

BEKAL KITA

“Semua yang terbentuk tidak kekal, lalu kenapa menjadi marah?

Angkuh dan kikir?

Tidakkah kau sadari betapa kematian semakin mendekat?

Berjuanglah!

Berbuat kebajikan, karena itulah yang akan kau bawa setelah mati.”

 

PIKIRAN SALAH

“Bermacam penderitaan dapat terjadi pada orang-orang yang saling bermusuhan dan membenci,

namun pikiran yang diarahkan secara salah akan lebih melukai diri sendiri.”

 

MENUJU NIRVANA

“Jika dari hari ke hari Anda menjalani hidup dengan baik,

jujur,

penuh cinta dan belas kasih,

tidak hanya mementingkan diri sendiri,

maka secara otomatis semua itu akan membimbingmu ke nirvana.”

 

MENJADI BUDDHIS IDEAL

“Seorang Buddhis hendaknya berusaha, sedapat mungkin untuk menolong sesamanya.

Jika tidak mungkin, setidaknya ia harus berusaha untuk tidak menyakiti mahkluk lain.”

 

INGATAN

“Seorang guru menegur muridnya yang sedang larut dalam kesedihan dan kemarahan.

‘Disakiti itu tidak jadi masalah jika kamu tidak memaksa mengingatnya’, kata guru tersebut.”

 

MENGERTI

“Mengerti banyak hal, menjadi pandai.

Mengerti banyak orang, menjadi bijaksana.

Mengerti diri sendiri, menjadi cerah.”

 

KEHIDUPAN YANG SALAH

“Tinggalkan enam hal yang membuat kehilangan kemashuran dan kelahiran di alam setan.

Berjudi,

hura-hura,

kemalasan,

berkumpul dengan orang tidak baik,

minuman keras, dan

berkeliaran di malam hari.”

 

SANG AKU

“Yang diperlukan hanya kata yang menyanjung atau celaan untuk membuka si ‘Aku’.

Hanya ada satu sebab dari setiap kejahatan di dunia.

Itu kepunyaanku.”

 

IRI HATI

“Apakah iri hati itu?

Mengenai hal ini, ada seorang perumah tangga yang mempunyai banyak harta benda, dan dipuji banyak orang.

Lalu ada orang berpikir, ‘kalau saja kekayaan itu bukan milik mereka.’

Lenyapkanlah dengan mengembangkan simpati atas keberuntungan orang lain.”

 

Dikutip dari: ‘MERENUNG SEJENAK’, OLEH BHIKKHU NYANAKUMUDA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: