What is DISC?

Tinggalkan komentar

DISC membahas karakter manusia secara menyeluruh dibagi menjadi empat kategori, yaitu:

1. Berdasarkan cara berjalan/kecepatan jalannya

2. Berdasarkan cara berbicara/kecepatan berbicaranya

3. Berdasarkan raut wajah dan ekspresi muka yang ditampilkan

4. Berdasarkan cara interaksi dengan orang disekitanya.

Proses pembagian kategori ini dimulai sejak 400 tahun silam di Yunani oleh seorang pengamat bernama Hippocrates.

Pada perkembangannya keempat kategori ini dikenal dengan sebutan DISC, yaitu: Dominant, Influence, Steady, dan Complience. Saya menulis topik ini berdasarkan sebuah buku berjudul The DISC CODES karangan Edysen Shin. Tulisan ini hanya mengutip beberapa hal yg penting, atau dapat dikatakan sebagai ringkasan singkat.

Selanjutnya, untuk lebih mudah mengingat, ada hal yang perlu pembaca ketahui. Hal ini adalah pengenalan kategori-kategori di atas dengan karakter yang pernah kita kenal sebelumnya. Tentunya pembaca sudah sering atau palijg tidak pernah mendengar karakter seperti: choleric, sanguine, phlegmatic, dan melancholic. Nah, karakter-karakter tersebut dapat danalogikan dengan kategori-kategori di atas dengan analogi atau persamaan sebagai berikut:

Dominant – Choleric

Influence – Sanguine

Stable/Steady – Phlegmatic

Compliance – Melancholic

Saya kira itu dulu untuk postingan kali ini semoga dapat memberikan gambaran secara global tentang DISC.

 

Iklan

2012 in review

Tinggalkan komentar

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

600 people reached the top of Mt. Everest in 2012. This blog got about 2.800 views in 2012. If every person who reached the top of Mt. Everest viewed this blog, it would have taken 5 years to get that many views.

Click here to see the complete report.

Tinggalkan komentar

Melanjutkan proses napak tilas memahami nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Jawa. Selamat Membaca!

indonesiawayang.com

Punakawan1

Oleh : Dr. Purwadi, M.Hum

Terjemahan:

Para raksasa itu tercipta dari hawa nafsu Begawan Kunta Wibisana, yang sangat ingin paduka sempurnakan kembali menjadi ke asal-usulnya (Probo Harjono, 1993: 101).

Membentuk Kesadaran

Dalam mistik Jawa pada tokoh Semar dapat kita temukan adanya kesadaran orang Jawa, bahwa mereka mempunyai ketergantungan pada yang memberi pengayoman. Semar adalah penjamin adanya keselarasan harmonis alam semesta. Laku tapa dan semadi bilamana dikaitkan dengan
Semar akan terjadi suatu pengurangan tekanan, demikian pula kekuatan-kekuatan gaib yang bagaimana pun hebatnya.

Dengan demikian dalam dunia mistik Jawa kita menemukan dua jalan untuk melindungi diri dari ancaman kekuatan-kekuatan magis dan adikodrati. Pertama adalah pencarian yang dilakukan sendiri untuk mendapatkan kesaktian, sedang yang kedua adalah di bawah pengayoman Sang Panakawan Agung Kyai Semar.

Berbuat Bijaksana

Tokoh Panakawan diciptakan oleh para pujangga Jawa sebagai sarana untuk menyampaikan kebijaksanaan hidup. Pertunjukan bayang-bayang di Jawa yang kemudian disebut wayang adalah ciptaan asli orang Indonesia di…

Lihat pos aslinya 1.262 kata lagi

Tinggalkan komentar

Napak Tilas jejak nenek moyang dan leluhur kita, terkait dengan keluhuran budi dan prilaku, serta tata krama. Mengembalikan jati diri kita sebagai manusia yang adi luhung. Selamat membaca!

indonesiawayang.com

punakawan-01

Oleh : Dr. Purwadi, M.Hum

~ BAB I ~
Sikap Rendah Hati

Wejangan Luhur
Semar iku pamonge satria agung
Trahing witaradya
Tut wuri pan handayani
Panakawan kang turun saking kahyangan

Terjemahan:

Semar itu pamomong satria agung
Keturunan para bangsawan
Selalu tut wuri handayani
Panakawan yang turun dari kahyangan

Semar adalah penjelmaan Bathara Ismaya yang turun ke madyapada untuk menjadi pamong satria agung. Para satria yang berbudi luhur tentu akan mendapat bimbingan langsung dari Kyai Semar, yang sudah tidak samar terhadap segala mobah mosiking jagad raya. Begitu populernya tokoh Semar dalam pewayangan, banyak tokoh pemuka negeri ini yang mengidentifikasikan dirinya sebagai Semar yang dianggap mempunyai kebijakan dan kebajikan.

Betapa pun hebatnya sang satria utama, wejangan dari Kyai Semar tetap diharap. Bagi para satria, Semar adalah figur yang waskitha ngerti sadurunge winarah. Kyai Semar tahu betul peta sosio kultural di Triloka atau tiga dunia yaitu dewata, raksasa dan manusia. Di benak para…

Lihat pos aslinya 868 kata lagi

Kisah Pendek: Masalah setitik noda

Tinggalkan komentar

Saya selalu berada dalam tekanan selama beberapa tahun terakhir hingga beberapa bulan yang lalu. Saya dulu berpikir kalau hidup saya ini datar-datar saja. Tidak ada sesuatu yang spesial ataupun sesuatu yang pantas untuk dibanggakan. Malah banyak hal yang saya sesali: hidup saya, pekerjaan saya, istri saya, kemampuan saya, dan juga tubuh saya. Semua hal yang saya miliki tidak memuaskan diriku, saya selalu berpikir bahwa ada sesuatu yang kurang dalam diri saya. Semakin saya mencoba untuk mengubah situasi ini, semakin besar kekecewaan yang saya dapatkan. Hanya ketika saya tidur, saya bisa merasa bahagia.

Saya tidak tahu dari mana  dan bagaimana untuk memulai hingga seorang teman saya memberikan saran yang sungguh luar biasa dan berkesan yang mengubah pandangan saya. Ini adalah cara bagaimana dia memberikan saran tersebut; setelah mendengarkan secara seksama isi hati dan keluh kesahku, dia menunjukkan selembar kertas putih dan menunjukkannya kepadaku serata berkata,” apa yang kamu lihat?”, “selembar kertas putih”, jawabku. Kemudian, ia mengambil sebuah spidol hitam dan menggambar lingkaran hitam di tengah-tengah kertas.

Dia bertanya kembali, “apa yang kamu lihat?”

Lagi

Ki Hadi Sugiran – Lakon Burisrowo Gandrung Sembodro larung (Audio)

Tinggalkan komentar

Nguri-uri Kebudayaan Jawa. Semoga langgeng sampai akhir jaman.

indonesiawayang.com

Nah Yang ditunggu – tunggu Audio Mp3 Lakon Burirowo gandrung Sembodro Larung dengan dalang Ki Hadi Sugiran dari tlatah Gunung Kidul.

Disini Linkya :

Burisrowo Gandrung 01

Burisrowo Gandrung 02

Burisrowo Gandrung 03

Burisrowo Gandrung 04

Burisrowo Gandrung 05

Burisrowo Gandrung 06

Burisrowo Gandrung 07

Burisrowo Gandrung 08

 

Lihat pos aslinya

Membuka Pintu Hati (108 Cerita Tentang Kebahagiaan Sejati)

Tinggalkan komentar

Judul di atas merupakan judul dari sebuah buku yang menjadi favorit saya. Berikut ini saya tuliskan sekilas tentang penulis dan isi dari buku ini.

Lagi

Older Entries

%d blogger menyukai ini: