Beban mewujudkan Jakarta Baru tidak fair kalau hanya dipikul segelintir pemimpin yang baik. Kita, warga Jakarta harus ambil tanggung jawab dalam prosesnya dengan menjadi Energi Positif Jakarta Baru.

Salah satu persoalan di Jakarta adalah maraknya mafia pengemis yang mengeksploitasi anak bahkan bayi untuk mengemis. Banyak diantara mereka adalah korban penculikan.

Bayangkan anak2 dan bayi2 malang tersebut, terenggut kebahagiaan masa kecilnya, terpisah jauh dari orang tua yang mungkin masih sibuk mencarinya, tak terawat dan hanya mengenal dunia jalanan sbg pengemis.

Bahkan untuk memudahkan saat mengemis, bayi dan anak tak berdosa ini dijejali obat tidur. Itu sebabnya kalau kita perhatikan, anak/bayi yg diajak mengemis selalu dlm kondisi tidur.

Mari kita berhenti berderma kepada orang2 yang hanya memanfaatkan rasa belas kasih kita. Jangan sampai uang receh kita menjadi pendorong para mafia untuk menculik lebih banyak lagi bayi dan anak-anak, karena omzet mengemis dgn memanfaatkan bayi dan anak di Jakarta sungguh menggiurkan.

Kita adalah pembayar pajak, mari kita tuntut pemerintah menyelesaikan persoalan ini, karena UUD 1945 mengamanatkan Fakir Miskin dan Anak Telantar Dipelihara oleh Negara, bukan oleh warga.

Ingatlah, uang seribu, dua ribu kita tidak memberi solusi apa-apa kecuali melanggengkan profesi pengemis, dan meningkatkan penculikan bayi dan anak.

Sebarkan untuk menekan tingkat penculikan bayi dan anak utk mengemis.

Salam,
Eddy Setiawan 27F794D9
http://rekamlangkah.blogspot.com

Iklan