Kaum muda dan perubahan

Banyak hal yang kita harapkan dari kaum muda, bahkan saking tingginya harapan itu sampai-sampai kita memberikan label kepada kaum muda sebagai agen perubahan. Tak hayal slogan itu muncul karna fenomena pemuda yang bergeliat menorehkan sejarah pembentukan bangsa ini. Dari masa ke masa pemuda selalu menjadi garda terdepan dalam menyuarakan suara rakyat di tengah-tengah mandulnya suara kaum tua yang tuli akan raungan penderitaan rakyat.

Pada era Boedi Oetomo 1928 tercetuslah sumpah kaum muda yang menyatakan dirinya sebagai kaum pemersatu bangsa indonesia dimana kita kenal dengan sumpah pemuda. Gejolak darah muda yang melihat terpecahnya kekuatan bangsa yang terbagi dalam berbagai suku, ras, agama, keyakinan, bahkan pulau membuat kaum muda menekatkan diri untuk berintegrasi dalam sumpah pemuda demi tegaknya NKRI.

Pada masa bung Karno 1945 para pemuda merebut kekuasaan kaum tua untuk segera mendeklarasikan kemerdekaan bangsa Indonesia dengan menculik pimpinan bangsa Indonesia (bung Karno) ke Rengas Dengklok dan memaksanya untuk segera mendeklarasikan kemerdekaan bangsa Indonesia. Tak dapat dipungkiri peran centris kaum muda dalam merealisasikan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Di era kepemimpinan Soehato, kaum muda bergejolak kembali dikarenakan kondisi rakyat yang semakin sengsanra dengan mahalnya harga kebutuhan barang pokok, terborgolnya kebebasan hak berpendapat bahkan hilangnya para aktifis kamanusiaan seperti wiji tukul yang menyerukan kondisi rakyat lewat puisi-puisi dia yang kritis hilang etah kemana rimbanya.

Lagi-lagi kaum muda yang mengambil peran, pristiwa semanggi 1 dan 2 menjadi pertanda perlawanan kaum muda terhadap penguasa yang ditaktor dan otoriter selama 32 tahun. Gerakan kaum muda pada era ini kita kenal dengan gerakan refolusi untuk mencapai demokrasi dengan mereformasi tonggak kepemimpinan bangsa Indonesia. Gerakan besar tentu akan membawa dampat yang besar pula, dengan keberhasilan kaum muda merebut pucuk pimpinan maka banyak peluang yang muncul untuk menciptakan pemerintahan yang lebih ideal.

Kondisi kekinian kaum muda

Kaum muda yang kita kenal dengan “agen of change” di era SBY ini semakin tak terlihat, garda terdepan kaum muda (mahasiswa) mengalami keterpurukan mental. Di sisi lain gerakan mahasiswa sekarang ini bukan lagi gerakan yang mengakar terhadap kondisi kekinian rakyat tapi gerakan yang seolah-olah “pesanan” dari penguasa. Kini kaum muda sedang berpaling dari arak ke-pemuda-annya. Tak hayal kini masyarakat semakin tak merasakan kesejahteraan yang menjadi impian 65 tahun lalu.

Tonggak pengontrol pemerintahan yang ada di tangan kaum muda kini telah tergadaikan ke tangan anggota dewan yang sibuk dengan “pesanan” partai politik bukan semata-mata wakil rakyat. Fenomena ini menyadarkan kita bahwa kaum muda telah mengalami perubahan besar akan jalan panjang yang telah ditempuh pendahulunya.

Kaum muda dan pembodohan

Ditengah-tengah mundurnya mentalitas dan orientasi kaum muda banyak kalangan pemangku kekuasaan melihat kesempatan ini untuk mencetuskan pembodohan generasi kaum muda, lihat saja pembodohan lewat program pendidikan, dimana pemerintah dalam 1 tahun ini menggalakkan program pendidikan lewat program SMK bisa, memang secara kasat mata membuat mereka siap untuk terjun kedunia kerja, tapi sadarkah kita kalau sedang dijajah lewat pendidikan? Dengan digalakannya SMK maka akan semakin banyak genera kaum muda yang masuk dalam sistem pembodohan kaum muda, bagaimana tidak dari tinkat SMK mereka sudah dikondisikan untuk bekerja dengan demikian mereka akan berorientasi pada dunia kerja dan lalai akan peran mereka sebagai bagian dari kaum muda sebagai agen perubahan.

Tak urung lagi jika kaum muda kini terjebak dalam regenerasi yang mengalami degradasi moralitas dan disorientasi perjuangan, karna sistem yang mememecah dan membuat generasi kaum muda menjadi individual, apatis, pesimis. Kini kita bermimpi kembalinya gerakan kaum muda yang populis tanpa “titipan” melainkan gerakan yang didasari hati yang tergores akan kondisi rakyat.

 

Oleh: Bung Witono (pelaku, pelopor, penggerak dan pengamat kegiatan pemuda di Indonesia)

Iklan