Ncuhi Mawo

Tinggalkan komentar

Ada sebuah ncuhi bernama Ncuhi Mawo, letaknya berdekatan dengan Ncuhi Jia. Ncuhi adalah nama daerah pemerintahan yang amat luas dan kepala pemerintahannya dipanggil menurut nama daerah yang diperintahnya. Kedua daerah ncuhi tersebut masuk daerah kekuasaan Sangaji Mbojo di Bima, Pulau Sumbawa. Ncuhi Mawo amat disegani dan ditakuti oleh ncuhi-ncuhi lain. Ia seorang ncuhi yang terkenal peberani, kebal, lagi sakti. Itulah sebabnya ia menjadi angkuh dan sombong serta suka merendahkan orang lain.

Menurut adat, setiap tahun semua ncuhi yang ada di bawah kekuasaan pemerintahan Baginda berkewajiban ke istana dan menyerahkan upeti kepada Sangaji. Akan tetapi dalam tahun ini Ncuhi Mawo tidak mau menghadap. Bahkan ia menghasut rekannya ncuhi-ncuhi yang lain supaya tidak menghadap ke istana. Ia pernah berkata,

“Martabatku sama saja dengan martabat Sangaji.” Lagi

Iklan

Santoana

Tinggalkan komentar

Diceritakan kembali oleh Agung TE Syahbuddin

Pada zaman dahulu di Pulau Jawa, hiduplah seekor burung cantik bernama Merak.Bulunya mengkilat, berwarna indah. Lehernya panjang jenjang dengan kibasan ekor bagaikan kipas.

Merak yang cantik ini mendengar cerita dari teman-temannya sesama burung.

“Ada seekor burung gagah bernama Santoana. Burung ini tinggal di Pulau Sumbawa. Hanya burung inilah yang pantas menjadi jodohmu. Kamu cantik dan Santoana gagah…” Lagi

Legenda Putri Nyale di Selatan Lombok Tengah

2 Komentar

Menurut dongeng bahwa pada zaman dahulu di pantai selatan Pulau Lombok terdapat sebuah kerajaan yang bernama Tonjang Beru. Sekeliling di kerajaan ini dibuat ruangan – ruangan yang besar. Ruangan ini digunakan untuk pertemuan raja – raja. Negeri Tonjang Beru ini diperintah oleh raja yang terkenal akan kearifan dan kebijaksanaannya Raja itu bernama raja Tonjang Beru dengan permaisurinya Dewi Seranting. Lagi

Asal Mula Kota Cianjur

Tinggalkan komentar

Pada jaman dahulu di daerah jawa barat ada seorang lelaki yang sangat kaya. Seluruh sawah dan lading di desanya menjadi miliknya. Penduduk desa hanya menjadi buruh tani penggarap sawah dan lading lelaki kaya itu. Orang kaya itu oleh penduduk desa dijuluki Pak Kikir karena memang dia adalah orang yang sangat kikir. Kekikirnya Pak kikr tidak pandang bulu, sampai-sampai terhadap anak lelaki satu-satunya pun dia juga sangat pelit.

Untunglah sifat kikir itu tidak menular pada anak lelakinya itu. Anak Pak Kikir itu berwatak baik. Tanpa sepengetahuan ayahnya, sering dia membantu tetangganya yang kesusahan. Menurut anggapan dan kepercayaan masyarakat desa itu, jika menginginkan hasil panen yang baik dan melimpah maka harus diadakan pesta syukuran denga baik pula. Takut jika panen berikutnya gagal, maka Pak Kikir terpaksa mengadakan pesta syukuran dan selamatan semua warga desa diundang oleh Pak Kikir. Penduduk desa mengira akan mendapatkan makanan yang enak dan lezat dalam selamatan itu. Perkiraan itu meleset, ternyata Pak Kikir hanya menyediakan hidangan ala kadarnya, itupun tidak cukup untuk menjamu seluruh orang yang diundang. Banyakdinatara undangan yang tidak mendapat makanan. Mereka akhirnya hanya dapat mengelus dada atas sikap Pak Kikir yang lagi-lagi terbukti kikir.

”Huh…! Sudah berani mengundang orang ternyata tidak dapat menyediakana makanan, sungguh keterlaluan, buat apa hartanya yang segudang itu.”
”Tuhan tidak akana memberikan berkah pada hartanya yang banyak itu.” Lagi

Dongeng Si Penjual Kucing

Tinggalkan komentar

Ini dongeng tentang orang-orang yang tamak dan suka meniru tindakan orang lain tanpa perhitungan.

Alkisah ada seorang petani yang miskin namun rajin dan suka bekerja keras. Namanya Abdulah. Tanahnya hanya sepetak padahal ia harus menghidupi istri dan anak-anaknya. Itu tak cukup. Karena itu ia berencana ke Jawa untuk mengadu nasib. Istrinya setuju dan mendukungnya.

Ia berangkat ke Jawa hanya membawa uang 10 gobang (1 gobang = 2,5 sen). Uang itu hanya pas untuk ongkos berlayar ke Jawa.

Di tengah jalan, ia bertemu dengan perempuan yang nampak miskin sedang menggendong anaknya yang tampak pucat kelaparan. Di tangan perempuan itu ada sebuah keranjang dengan isi 3 ekor kucing. Perempuan itu mendatangi Abdullah dan meminta dia untuk membeli kucing-kucingnya. Abdullah berpikir jika ia tak menolong mungkin saja mereka bisa mati kelaparan. Maka ibalah hatinya. Perempuan itu menawarkan 5 gobang untuk 3 kucing. Namun uang Abdullah sangatlah sedikit sehingga ia menawar 3 gobang dan wanita itu menyetujuinya. Lagi

Awas…! Mata Pria adalah Penipu Nomor Satu

Tinggalkan komentar

Jika kita mau berpikir lebih jauh tentang proses terjadinya sesuatu, maka kita akan belajar untuk menyadari kemunculan proses-proses dalam pikiran kita. Banyak hal yang terlupakan ketika kita melakukan semua kegiatan sehari-hari.

Pikiran memiliki peran utama dalam kehidupan manusia. Pikiran menjadi pelopor, pemimpin, penyedia ide-ide, pikiran dapat memberikan kemakmuran, tetapi pikiran juga dapat membawa malapetaka. Jarang sekali orang yang mampu menyadari dan mengetahui proses-proses dari pikirannya sendiri. Misalnya, ketika kita akan sarapan pagi, yang ada di dalam pikiran kita adalah segera ambil piring, sendok dan garpu, nasi, sayur, lauk, lalu langsung melahapnya tanpa basa-basi lagi sambil baca koran. Intinya, manusia modern dibentuk untuk dapat melakukan 2-3 pekerjaan sekaligus dalam waktu yang sama (seperti komputer yang bisa multitasking, tapi lama-kelamaan jadi hang alias error). Lagi

Klenteng Ancol

4 Komentar

Cerita rakyat Betawi

Dahulu kala, ada sebuah kapal berlayar dari Negeri China menuju ke pelabuhan Sunda Kelapa, kapal itu milik Sampo Toalang. Di dalam kapal itu ada seorang juru masak yang bernama Ming.

Suatu hari, pada saat dalam perjalanan, tiba-tiba kapal itu diterjang ombak yang sangat besar. Semua orang panik dibuatnya. Mereka tidak menyangka akan adanya ombak besar karena cuaca hari itu sangat bagus. Tiba-tiba di depan kapal mereka, muncul seekor naga yang amat besar. Dengan menjulurkan lidahnya, naga itu menghadang laju kapal itu. Rupanya naga itulah yang membuat ombak besar sehingga kapal terombang ambing. Seketika Sampo Toalang mengeluarkan pedangnya, kemudian dia melompat ke arah sang naga dan pertarunganpun tak terhindarkan. Pertarungan itu seru sekali. Setelah lama bertarung, akhirnya naga itu berhasil dibunuh oleh Sampo Toalang. Melihat hal itu, anak buah kapal bersorak gembira karena semua bisa selamat.

Kapal Sampo Toalang kembali melanjutkan perjalanan dengan aman.

Singkat cerita, akhirnya kapal itu sudah mendekati daerah sunda kepala. Namun tiba-tiba Sampo Toalang berkata Lagi

Older Entries

%d blogger menyukai ini: