Selamat Datang!

2 Komentar

Dalam blog ini, saya akan berbagi hal-hal yang menarik untuk dicermati sepanjang perjalanan hidup kita. Kata pepatah, ilmu akan semakin berkembang ketika kita bagikan kepada yang lain.

Banyak ilmu yang dapat kita diskusikan di manapun kita berada termasuk lewat media elektronik dan internet seperti blog ini.

Selamat membaca dan berkomentar apapun dalam batas yang sesuai.  Mari berdiskusi tentang hal-hal yang menarik.

Terima Kasih.

Semoga Damai Selalu di Hati Kita Semua.

Beban mewujudkan Jakarta Baru

Tinggalkan komentar

Beban mewujudkan Jakarta Baru tidak fair kalau hanya dipikul segelintir pemimpin yang baik. Kita, warga Jakarta harus ambil tanggung jawab dalam prosesnya dengan menjadi Energi Positif Jakarta Baru.

Salah satu persoalan di Jakarta adalah maraknya mafia pengemis yang mengeksploitasi anak bahkan bayi untuk mengemis. Banyak diantara mereka adalah korban penculikan.

Bayangkan anak2 dan bayi2 malang tersebut, terenggut kebahagiaan masa kecilnya, terpisah jauh dari orang tua yang mungkin masih sibuk mencarinya, tak terawat dan hanya mengenal dunia jalanan sbg pengemis.

Bahkan untuk memudahkan saat mengemis, bayi dan anak tak berdosa ini dijejali obat tidur. Itu sebabnya kalau kita perhatikan, anak/bayi yg diajak mengemis selalu dlm kondisi tidur.

Mari kita berhenti berderma kepada orang2 yang hanya memanfaatkan rasa belas kasih kita. Jangan sampai uang receh kita menjadi pendorong para mafia untuk menculik lebih banyak lagi bayi dan anak-anak, karena omzet mengemis dgn memanfaatkan bayi dan anak di Jakarta sungguh menggiurkan.

Kita adalah pembayar pajak, mari kita tuntut pemerintah menyelesaikan persoalan ini, karena UUD 1945 mengamanatkan Fakir Miskin dan Anak Telantar Dipelihara oleh Negara, bukan oleh warga.

Ingatlah, uang seribu, dua ribu kita tidak memberi solusi apa-apa kecuali melanggengkan profesi pengemis, dan meningkatkan penculikan bayi dan anak.

Sebarkan untuk menekan tingkat penculikan bayi dan anak utk mengemis.

Salam,
Eddy Setiawan 27F794D9
http://rekamlangkah.blogspot.com

What is DISC?

Tinggalkan komentar

DISC membahas karakter manusia secara menyeluruh dibagi menjadi empat kategori, yaitu:

1. Berdasarkan cara berjalan/kecepatan jalannya

2. Berdasarkan cara berbicara/kecepatan berbicaranya

3. Berdasarkan raut wajah dan ekspresi muka yang ditampilkan

4. Berdasarkan cara interaksi dengan orang disekitanya.

Proses pembagian kategori ini dimulai sejak 400 tahun silam di Yunani oleh seorang pengamat bernama Hippocrates.

Pada perkembangannya keempat kategori ini dikenal dengan sebutan DISC, yaitu: Dominant, Influence, Steady, dan Complience. Saya menulis topik ini berdasarkan sebuah buku berjudul The DISC CODES karangan Edysen Shin. Tulisan ini hanya mengutip beberapa hal yg penting, atau dapat dikatakan sebagai ringkasan singkat.

Selanjutnya, untuk lebih mudah mengingat, ada hal yang perlu pembaca ketahui. Hal ini adalah pengenalan kategori-kategori di atas dengan karakter yang pernah kita kenal sebelumnya. Tentunya pembaca sudah sering atau palijg tidak pernah mendengar karakter seperti: choleric, sanguine, phlegmatic, dan melancholic. Nah, karakter-karakter tersebut dapat danalogikan dengan kategori-kategori di atas dengan analogi atau persamaan sebagai berikut:

Dominant – Choleric

Influence – Sanguine

Stable/Steady – Phlegmatic

Compliance – Melancholic

Saya kira itu dulu untuk postingan kali ini semoga dapat memberikan gambaran secara global tentang DISC.

 

Asal Mula Munculnya Padi

Tinggalkan komentar

Pada suatu zaman, tersebutlah sebuah taman indah nan damai yaitu “Taman Sorga Loka”. Ditempat tersebut berdiam seseorang yang bernama “Sunan Ibu” yang sedang menunggu kehadiran “Dewi Sri Pohaci Long Kancana”. Dewi Sri melaporkan bahwa di di suatu tempat di muka bumi yang bernama “Buana Panca Tengah” belum terdapat “Cihaya” berupa sesuatu kebutuhan hidup umat manusia. Mendengar hal tersebut, Sunan Ibu memerintahkan agar Dewi Sri berangkat ke Buana Panca Tengah. Lagi

Legenda Naga Erau dan Putri Karang Melenu

Tinggalkan komentar

Pada zaman dahulu kala di kampung Melanti, Hulu Dusun, berdiamlah sepasang suami istri yakni Petinggi Hulu Dusun dan istrinya yang bernama Babu Jaruma. Usia mereka sudah cukup lanjut dan mereka belum juga mendapatkan keturunan. Mereka selalu memohon kepada Dewata agar dikaruniai seorang anak sebagai penerus keturunannya.

Suatu hari, keadaan alam menjadi sangat buruk. Hujan turun dengan sangat lebat selama tujuh hari tujuh malam. Petir menyambar silih berganti diiringi gemuruh guntur dan tiupan angin yang cukup kencang. Tak seorang pun penduduk Hulu Dusun yang berani keluar rumah, termasuk Petinggi Hulu Dusun dan istrinya. Lagi

Legenda Batu Panjang

Tinggalkan komentar

Desa Sungai Jernih-Pondok Tinggi, Kecamatan Sungai Penuh-Kabupaten Kerinci

(seperti diceritakan ayahandaku untuk pengantar tidurku diwaktu kecil)

Batu panjang sebuah dusun yang terdapat di Desa Sungai Jernih, Kecamatan Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Propinsi Jambi mempunyai legenda menarik tentang nama dusun tersebut.

Alkisah pada zaman dahulu kala, ada seorang putri kecil yang tersisih dari kasih sayang keluarganya.Tiap malam sang putri kecewa karena permintaannya tak pernah dikabulkan. Dia selalu minta sepotong ikan yang dibawa oleh kakeknya dari hasil memancing yang sudah di masak untuk santapan makan malam keluarga. Sang putri minta ikan itu ke kakek, namun kakek bilang minta ke nenek.Minta ke nenek, nenek bilang minta ke ayahmu. Minta ke ayah, ayah bilang minta ke ibumu. Minta ke ibu, ibu bilang minta ke abangmu. Minta ke abang, abang bilang minta ke kakakmu. Kemudian si putri kecil menangis tersedu sedu diatas batu didepan rumahnya sambil memandang bulan purnama dalam keadaan sangat lapar. Lagi

Legenda Gunung Pinang (Legend of Mount Pinang)

Tinggalkan komentar

oleh: Adkhilni MS

SEMILIR angin senja pantai teluk Banten mempermainkan rambut Dampu Awang yang tengah bersender di bawah pohon nyiur. Pandangannya menembus batas kaki langit teluk Banten. Pikirannya terbang jauh. Jauh sekali. Meninggalkan segala kepenatan hidup dan mengenyahkan kekecewaan atas ibunya. Menuju suatu dunia pribadi dimana hanya ada dirinya sendiri. Ya, hanya dirinya. Lagi

Asal Muasal Batu Kuwung (Origin of Hollow Stone)

Tinggalkan komentar

Oleh Endang Rukmana

DAHULU pernah hidup seorang saudagar kaya raya yang mempunyai hubungan sangat erat dengan kekuasaan Sultan Haji. anak dari Sultan Ageng Tirtayasa. Karena kedekatannya tersebut, sang Saudagar mendapat hak monopoli perdagangan beras dan lada dari Lampung. Tak ayal, usahanya pun maju pesat. Lagi

Older Entries

%d blogger menyukai ini: